Pada pertemuan I dalam matakuliah KEWIRAUSAHAAN, terdapat banyak hal yang dapat di ambil dan dijadikan pelajaran. Dari pertemuan pertama tersebut, Bapak Seta selaku dosen matakuliah Kewirausahaan, berbagi cerita tentang profile dirinya. Ada banyak hal yang dapat membuat diri kita jauh lebih baik salah satunya yaitu tentang mengharagai.
Dengan terlebih dahulu belajar mengharagai diri sendiri, yang
selanjutnya kita dapat mengharagai orang lain. Bahwasannya sebagai mahluk
sosial kita membutuhkan satu sama lain. Beliau mengajarkan untuk menjadi
pribadi yang optimal dan dapat berfungsi dimanapun dan dentgan siapapun.
Survive dimanapun kita berada. Lebih mengutamkan kepentingan umum dari pada
kepentingan pribadi.
"Buatlah diri itu bagai kan bola bukan
telur" begitulah kata beliau dalam
perkenalannya. Karena bola bila di banting dia akan semakin tinggi memantulnya,
jangan menjadi seperti telur jika di banting dia akan hancur . Itu
artinya, kita tidak boleh pantang menyerah bila kita jatuh sampai di titik paling
bawah kita harus tetap maju hingga sampai puncaknya .
Dimana setiap manusia menemukan kegagalan. Kebanyakan dari mereka
yang gagal merasa takut kehilangan keberuntungan. Padahal kesuksesan diraih
bukan karena keberuntungan tetapi di raih dari keyakinan, usaha, dan doa. Bapak
Seta, membagi banyak pengalamannya dengan sangat lugas, dan jelas. Sehingga
sangat mudah, bagi kami untuk mencerna dan lebih termotivasi.
Beliau mengajarkan untuk menjadi manusia yang fungsional, baik
untuk pribadi ataupun lingkungan sekitar. "Lalu ada waktu ,waktu itu seperti hadiah dari tuhan tinggal diri
kita yg menerima dan mengolahnya kita mau apakan hadiah itu. Kita gunakan untuk
positif atau negatif. Kita gunakan sendiri atau kita gunakan bersama sama.
Tidak banyak orang menggunakan waktu bersama sama . Bukan hanya jadi pekerja
tapi bisa juga menjadi pemilik sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan untuk
orng banyak".
Intinya, Karena kesuksesaan tidak lahir dari keberuntungan maka
segala pencapaian dan kesuksesaan kita merupakan sebuah bentuk usaha. Usaha
tersebut pun lahir dari waktu dan kesempatan, setelahnya kitalah yang mengatur
dan tentukan. Kita gunakan untuk apa, dan bagaimana.
(Kesimpulan )
Pak Seta mengajarkan untuk menjadi manusia yang berfungsi
dimanapun kita berada maka kita harus tau, apa yang akan kita lakukan dan
untuk siapa.
Sebuah kesuksesan tidak di raih dengan
"MUDAH" tanpa "USAHA" melainkan dengan "KERJA
KERAS" serta "DOA". Kita lakukan tugas kita sabagai mana yang
tuhan suruh, "BERUSAHA DAN BERDOA" , lalu tuhan akan lakukan tugasnya
sebagai mana yang kita akan "butuhkan" bukan yang seperti kita
"inginkan",
sipp....
BalasHapus