Jumat, 28 Maret 2014

WIRAUSAHA Membangun Perekonomian Nasional



Mulailah kebaikan dari sesuatu dari hal yang paling "kecil" ,

Hingga suatu saat kebiasaan itu, akan kau rasakan manfaatnya kelak

(ini adalah pesan seorang ibu kepada anaknya)




SUSAH GAK SIH BERWIRAUSAHA ??
Jawabannya :
ENGGAK!


Kenapa saya katakan "ENGGAK" ? Saya sendiri sudah mencoba berwirausaha sejak SMA. Kebayang yah, jika dari SMA berarti sudah berapa banyak uang yang bisa saya tabung? Terlebih lagi saya masih berwirausaha sampai sekarang (semester II) . Tapi perlu di ingat bahwa tidak semua usaha yang kita jalankan akan berjalan dengan mulus, kita pasti akan menemukan beberapa kendala. Namun, kita juga harus memiliki motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai yang ada pada wirausaha, serta sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Bisa saya katakan menjadi Wirausaha, berarti harus memiliki pula jiwa pemimpin. Sebab, wirausahawan akan memimpin sebuah usahanya agar tetap bertahan.


BAGAIMANA CIRI-CIRI KEWIRAUSAHAAN ?
Jawabannya :

Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:
  *Percaya diri.
  *Berorientasikan tugas dan hasil.
  *Berani mengambil risiko
  *Kepemimpinan
  *Keorisinilan
  *Berorientasi ke masa depan
  *Jujur dan tekun

Sifat-sifat seorang wirausaha ada
Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif. 
Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas
Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.


BAGAIMANA PROSES KEWIRAUSAHAAN ?
Jawabannya :

Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave, proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk ‘’locus of control’’, , keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausahawan yang besar. Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang memengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan, organisasi, dan keluarga
                                                  


APA FAKTOR KEGAGALAN DALAM WIRAUSAHA ?
Jawabannya: 

Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:

·       * Tidak kompeten dalam manajerial.
Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
·     Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
·     Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
·         *Gagal dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
·         *Lokasi yang kurang memadai.
Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
·         *Kurangnya pengawasan peralatan.
Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
·         *Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.
·         *Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.


APA PERAN WIRAUSAHA DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL ??
Jawabannya:

Seorang wirausaha memiliki peran sangat besar dalam melakukan wirausaha. Peran wirausaha dalam
perekonomian suatu negara adalah: 
Menciptakan lapangan kerja.
Mengurangi pengangguran.
Meningkatkan pendapatan masyarakat.
Mengombinasikan faktor–faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian).
Meningkatkan produktivitas nasional




Selasa, 18 Maret 2014

PSIKOTEST

Pada pertemuan ke-II saya mendapatkan psikotest atau yang biasa di kenal Test Psikologi. Test ini juga berperan serta dalam dunia industri dan insitusi .
Pada Bab II ini saya akan membahas terkait dengan "Apa itu test psikologi? Lalu apa manfaat dan tujuannya"

(Berikut urainnya)

Tes Psikologi merupakan sebuah alat ukur untuk mengetahui kepribadian seseorang. Dengan tes ini kita dapat mengetahui kepribadian seseorang.  Sejak tahun 1972, tes psikologi ini telah digunakan di Indonesia, sebagai media dalam mengetahui pola pikir seseorang. Sebelumnya, Psikotest atau test Psikologi dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan disesuaikan dengan latar belakang sosial budaya di Indonesia, serta lolos tes validasi yang dilakukan secara statistik. Jadi tes ini bukan banyak sekedar tes yang meng-adopsi/sekedar menterjermahkan dari tes-tes yang ada di luar negeri.
Manfaat Tes Psikologi antara lain sebagai berikut :

1. Mengungkapkan berbagai corak kepribadian yang tersembunyi dan sukar untuk diketahui melalui wawancara atau pengamatan biasa sehari-hari.
2. Menjelaskan masalah psikodinamik seseorang
3. Mengetahui apakah seseorang itu menderita gangguan jiwa atau tidak
4. Mengukur tingkat kecerdasan dasar, minat, bakat

Tujuan diadakan psikotes untuk :
• Rekruiter/Tester : Tes Psikotes dengan statistik
dan hasil yang jelas sesuai dengan pengertian psikogram akan menghemat waktu rekruiter dalam mengevaluasi tingkat intelegensi maupun
personality kandidat yang dinilai tepat sesuai dengan core bisnis perusahaan maupun institusi pengada recruitment. Untuk perusahaan maupun institusi pengada.
•Rekruitasi : Diharapkan dengan adanya psikotes, maka perusahaan bisa menentukan jenis training dan kapasitas program dengan format lebih tepat yang akan di implementasikan ke kandidat
maupun calon karyawan sebagai bagian perusahaan dalam mengenal organisasi dan struktur perusahaan, mengenal justifikasi rutinitas pola bekerja, mengenal tempat dan lingkungan kerja, memahami apa saja yang seharusnya dikontribusikan ke perusahaan, dan memahami infrastruktur sistem perusahaan yang digunakan agar memiliki integritas dan visi yang jelas untuk perkembangan dan kemajuan perusahaan kedepannya. Karena core bisnis dunia kerja di berbagai elemen semakin ketat dan menuntut kompetensi.
Beriku ini adalah beberapa macam Psikotest yang biasa di gunakan untuk Instansi atau Institusi
•Tes TPA (Tes Potensi Akademik) :
bertujuan utama untuk mengukur kompetensi seseorang secara umum mengenai wawasan dan
pengetahuan yang telah didapat selama menempuh pendidikan formal seperti saat
sekolah, kuliah maupun tes di perguruan tinggi, yaitu dari materi-materi umum dari kurikulum sistem pendidikan yang sudah baku.

Selasa, 11 Maret 2014

Review Pertemuan I (KEWIRAUSAHAAN)


Pada pertemuan I dalam matakuliah KEWIRAUSAHAAN, terdapat banyak hal yang dapat di ambil dan dijadikan pelajaran. Dari pertemuan pertama tersebut, Bapak Seta selaku dosen matakuliah Kewirausahaan, berbagi cerita tentang profile dirinya. Ada banyak hal yang dapat membuat diri kita jauh lebih baik salah satunya yaitu tentang mengharagai.

Dengan terlebih dahulu belajar mengharagai diri sendiri, yang selanjutnya kita dapat mengharagai orang lain. Bahwasannya sebagai mahluk sosial kita membutuhkan satu sama lain. Beliau mengajarkan untuk menjadi pribadi yang optimal dan dapat berfungsi dimanapun dan dentgan siapapun. Survive dimanapun kita berada. Lebih mengutamkan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.
"Buatlah diri itu bagai kan bola bukan telur" begitulah kata beliau dalam perkenalannya. Karena bola bila di banting dia akan semakin tinggi memantulnya, jangan  menjadi seperti telur jika di banting dia akan hancur . Itu artinya, kita tidak boleh pantang menyerah bila kita jatuh sampai di titik paling bawah kita harus tetap maju hingga sampai puncaknya .

Dimana setiap manusia menemukan kegagalan. Kebanyakan dari mereka yang gagal merasa takut kehilangan keberuntungan. Padahal kesuksesan diraih bukan karena keberuntungan tetapi di raih dari keyakinan, usaha, dan doa. Bapak Seta, membagi banyak pengalamannya dengan sangat lugas, dan jelas. Sehingga sangat mudah, bagi kami untuk mencerna dan lebih termotivasi. 

Beliau mengajarkan untuk menjadi manusia yang fungsional, baik untuk pribadi ataupun lingkungan sekitar. "Lalu ada waktu ,waktu itu seperti hadiah dari tuhan tinggal diri kita yg menerima dan mengolahnya kita mau apakan hadiah itu. Kita gunakan untuk positif atau negatif. Kita gunakan sendiri atau kita gunakan bersama sama. Tidak banyak orang menggunakan waktu bersama sama . Bukan hanya jadi pekerja tapi bisa juga menjadi pemilik sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan untuk orng banyak". 

Intinya, Karena kesuksesaan tidak lahir dari keberuntungan maka segala pencapaian dan kesuksesaan kita merupakan sebuah bentuk usaha. Usaha tersebut pun lahir dari waktu dan kesempatan, setelahnya kitalah yang mengatur dan tentukan. Kita gunakan untuk apa, dan bagaimana.


(Kesimpulan )
Pak Seta mengajarkan untuk menjadi manusia yang berfungsi dimanapun kita berada maka kita harus tau, apa  yang akan kita lakukan dan untuk siapa. 
Sebuah kesuksesan tidak di raih dengan "MUDAH" tanpa "USAHA" melainkan dengan "KERJA KERAS" serta "DOA". Kita lakukan tugas kita sabagai mana yang tuhan suruh, "BERUSAHA DAN BERDOA" , lalu tuhan akan lakukan tugasnya sebagai mana yang kita akan "butuhkan" bukan yang seperti kita "inginkan",