Tampilkan postingan dengan label TUGAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Maret 2014

PSIKOTEST

Pada pertemuan ke-II saya mendapatkan psikotest atau yang biasa di kenal Test Psikologi. Test ini juga berperan serta dalam dunia industri dan insitusi .
Pada Bab II ini saya akan membahas terkait dengan "Apa itu test psikologi? Lalu apa manfaat dan tujuannya"

(Berikut urainnya)

Tes Psikologi merupakan sebuah alat ukur untuk mengetahui kepribadian seseorang. Dengan tes ini kita dapat mengetahui kepribadian seseorang.  Sejak tahun 1972, tes psikologi ini telah digunakan di Indonesia, sebagai media dalam mengetahui pola pikir seseorang. Sebelumnya, Psikotest atau test Psikologi dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan disesuaikan dengan latar belakang sosial budaya di Indonesia, serta lolos tes validasi yang dilakukan secara statistik. Jadi tes ini bukan banyak sekedar tes yang meng-adopsi/sekedar menterjermahkan dari tes-tes yang ada di luar negeri.
Manfaat Tes Psikologi antara lain sebagai berikut :

1. Mengungkapkan berbagai corak kepribadian yang tersembunyi dan sukar untuk diketahui melalui wawancara atau pengamatan biasa sehari-hari.
2. Menjelaskan masalah psikodinamik seseorang
3. Mengetahui apakah seseorang itu menderita gangguan jiwa atau tidak
4. Mengukur tingkat kecerdasan dasar, minat, bakat

Tujuan diadakan psikotes untuk :
• Rekruiter/Tester : Tes Psikotes dengan statistik
dan hasil yang jelas sesuai dengan pengertian psikogram akan menghemat waktu rekruiter dalam mengevaluasi tingkat intelegensi maupun
personality kandidat yang dinilai tepat sesuai dengan core bisnis perusahaan maupun institusi pengada recruitment. Untuk perusahaan maupun institusi pengada.
•Rekruitasi : Diharapkan dengan adanya psikotes, maka perusahaan bisa menentukan jenis training dan kapasitas program dengan format lebih tepat yang akan di implementasikan ke kandidat
maupun calon karyawan sebagai bagian perusahaan dalam mengenal organisasi dan struktur perusahaan, mengenal justifikasi rutinitas pola bekerja, mengenal tempat dan lingkungan kerja, memahami apa saja yang seharusnya dikontribusikan ke perusahaan, dan memahami infrastruktur sistem perusahaan yang digunakan agar memiliki integritas dan visi yang jelas untuk perkembangan dan kemajuan perusahaan kedepannya. Karena core bisnis dunia kerja di berbagai elemen semakin ketat dan menuntut kompetensi.
Beriku ini adalah beberapa macam Psikotest yang biasa di gunakan untuk Instansi atau Institusi
•Tes TPA (Tes Potensi Akademik) :
bertujuan utama untuk mengukur kompetensi seseorang secara umum mengenai wawasan dan
pengetahuan yang telah didapat selama menempuh pendidikan formal seperti saat
sekolah, kuliah maupun tes di perguruan tinggi, yaitu dari materi-materi umum dari kurikulum sistem pendidikan yang sudah baku.

Selasa, 11 Maret 2014

Review Pertemuan I (KEWIRAUSAHAAN)


Pada pertemuan I dalam matakuliah KEWIRAUSAHAAN, terdapat banyak hal yang dapat di ambil dan dijadikan pelajaran. Dari pertemuan pertama tersebut, Bapak Seta selaku dosen matakuliah Kewirausahaan, berbagi cerita tentang profile dirinya. Ada banyak hal yang dapat membuat diri kita jauh lebih baik salah satunya yaitu tentang mengharagai.

Dengan terlebih dahulu belajar mengharagai diri sendiri, yang selanjutnya kita dapat mengharagai orang lain. Bahwasannya sebagai mahluk sosial kita membutuhkan satu sama lain. Beliau mengajarkan untuk menjadi pribadi yang optimal dan dapat berfungsi dimanapun dan dentgan siapapun. Survive dimanapun kita berada. Lebih mengutamkan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.
"Buatlah diri itu bagai kan bola bukan telur" begitulah kata beliau dalam perkenalannya. Karena bola bila di banting dia akan semakin tinggi memantulnya, jangan  menjadi seperti telur jika di banting dia akan hancur . Itu artinya, kita tidak boleh pantang menyerah bila kita jatuh sampai di titik paling bawah kita harus tetap maju hingga sampai puncaknya .

Dimana setiap manusia menemukan kegagalan. Kebanyakan dari mereka yang gagal merasa takut kehilangan keberuntungan. Padahal kesuksesan diraih bukan karena keberuntungan tetapi di raih dari keyakinan, usaha, dan doa. Bapak Seta, membagi banyak pengalamannya dengan sangat lugas, dan jelas. Sehingga sangat mudah, bagi kami untuk mencerna dan lebih termotivasi. 

Beliau mengajarkan untuk menjadi manusia yang fungsional, baik untuk pribadi ataupun lingkungan sekitar. "Lalu ada waktu ,waktu itu seperti hadiah dari tuhan tinggal diri kita yg menerima dan mengolahnya kita mau apakan hadiah itu. Kita gunakan untuk positif atau negatif. Kita gunakan sendiri atau kita gunakan bersama sama. Tidak banyak orang menggunakan waktu bersama sama . Bukan hanya jadi pekerja tapi bisa juga menjadi pemilik sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan untuk orng banyak". 

Intinya, Karena kesuksesaan tidak lahir dari keberuntungan maka segala pencapaian dan kesuksesaan kita merupakan sebuah bentuk usaha. Usaha tersebut pun lahir dari waktu dan kesempatan, setelahnya kitalah yang mengatur dan tentukan. Kita gunakan untuk apa, dan bagaimana.


(Kesimpulan )
Pak Seta mengajarkan untuk menjadi manusia yang berfungsi dimanapun kita berada maka kita harus tau, apa  yang akan kita lakukan dan untuk siapa. 
Sebuah kesuksesan tidak di raih dengan "MUDAH" tanpa "USAHA" melainkan dengan "KERJA KERAS" serta "DOA". Kita lakukan tugas kita sabagai mana yang tuhan suruh, "BERUSAHA DAN BERDOA" , lalu tuhan akan lakukan tugasnya sebagai mana yang kita akan "butuhkan" bukan yang seperti kita "inginkan",